Jumat, 17 Juni 2016

Belajar Menulis Fiksi (3)



Ada penulis yang berhenti menulis karena merasa harus menunggu inspirasi datang. "Anda tidak bisa menunggu inspirasi. Anda harus mengejarnya." (Jack London.)


Pembaca yang budiman, Anda tentu pernah mengalami kondisi seperti yang dikatakan Jack London di atas. Ya, memang menjengkelkan dan membuat kesal hati. Sudah habis bercangkir-cangkir kopi, teh, atau susu; eh, ide tak muncul juga.

Namun faktanya sungguh mengejutkan bahwa ternyata ide tidak usah dinanti kemunculannya, tapi justru harus dicari! Artinya, seorang penulis dituntut proaktif mencari ide. Dan kabar baiknya memang ide itu sangat berlimpah jumlahnya di sekeliling kehidupan manusia.

Bahkan ada seorang penulis yang mengatakan, "Selama di muka bumi ini masih ada manusia, maka ide tetap ada!" Nah, coba bayangkan berapa banyak ide yang bisa Anda dapatkan? Membaca fakta ini, Anda tentu tidak akan kerepotan lagi mendapatkan ide, bukan?

Kalau Anda mau cermati, mengapa sampai ada seorang penulis yang bilang belum dapat ide? Pernyataan  ini perlu diralat. Yang benar orang ini tidak sungguh-sungguh mencari ide.
Coba luangkan waktu untuk membaca beberapa tulisan karya penulis asing yang menawarkan cara-cara untuk mencari ide. Ada yang diberi nama curah pikian, peta pikiran, gelembung pikiran, dan seterusnya. Karya tulis mereka memang oase bagi para pekerja kreatif seperti penulis, namun tak ada gunanya kalau tidak dimanfaatkan.

Cobalah ambil salah satu teori tentang cara mencari ide yang menurut Anda paling mudah dan menyenangkan. Mengapa paling mudah dan menyenangkan? Karena bagi pemula, hal yang berbau mudah dan menyenangkan akan sangat menarik perhatian. Kalau sudah cukup mahir menggunakannya, maka bisa memakai cara lain sebagai selingan.

Semua teori memang mempunyai sifat yang sama, renyah saat dibaca namun saat diuji coba, semuanya tergantung pembacanya. Bila ingin hasil yang maksimal, maka Anda harus tekun mempraktekkannya. Sekali, dua kali, tiga kali, mungkin belum menampakkan hasil yang menggembirakan. Semua butuh waktu dan proses. Saat inilah Anda diuji kesabaran dan konsistensi dalam menjalani tugas kepenulisan.

Semoga bermanfaat, selamat mencobanya!

Kamis, 16 Juni 2016

Rahasia Menulis Fiksi (2)



Jika lelah atau malas, lakukanlah perlahan-lahan. Jika ditanya, "Bagaimana Anda menulis?" Saya akan menjawab, "Satu demi satu kata." (Stephen King)


Sebagai manusia normal tentu Anda pernah menghadapi situasi batin yang tidak stabil. Mungkin karena kecapekan, terjebak kemacetan di jalan raya, pekerjaan yang menumpuk, dan hal-hal lain yang melibatkan Anda dalam aktifitas kehidupan lainnya.

Situasi hati seperti ini bagi seorang penulis bukanlah situasi yang kondusif. Kalau dipaksakan untuk menulis, mungkin hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Lantas adakah solusinya agar Anda tetap bisa konsisten menulis dalam berbagai kondisi?

Kutipan perkataan Stephen King di atas tidak ada salahnya kalau dicoba. Menulis adalah pekerjaan yang membutuhkan proses panjang, harus sabar dan berlaku bijaksana memperlakukan karya tulis yang Anda hasilkan. Rasanya sangat teledor kalau sekali menulis langsung disodorkan kepada pembaca.

Apa yang dikatakan stephen king memang ada benarnya. Menulis memerlukan tahapan-tahapan, konsistensi, dan ketekunan. Ada seorang penulis yang membuat target menulis 2-3 halaman per hari, sudah termasuk revisi. Bagaimana dengan Anda?

Pesan moral dari kutipan Stephen King di atas adalah jangan pernah berhenti menulis sehari pun. Banyak hal positif yang bisa ditulis setiap hari. Soal ide, banyak berserakan di lingkungan Anda. Bisa soal pelajaran sekolah, ragam bunga di taman, acara-acara di tv dan radio, bahkan di tumpukan koran bekas Anda bisa menemukannya.

Demikian catatan saya pada artikel kali ini, semoga bermanfaat.
Selamat mencoba!

Surabaya, 17/06/2016

Rabu, 15 Juni 2016

Rahasia Menumbuhkan Semangat Menulis



Temukan tujuan dalam menulis. Tanpa alasan menulis yang baik, Anda tidak akan bersemangat menulis ( Rainer Maria Rilke )


Ketika Anda bepergian maka sudah barang tentu Anda harus punya tujuan yang jelas ke suatu tempat. Tanpa ada tujuan maka Anda hanya berputar-putar saja tak tentu arah yang pasti. Menulis pun demikian, sejak awal Anda harus menentukan tujuan.

Kalau Anda masih bingung dengan tujuan Anda menulis, berarti Anda belum menentukan tema tulisan. Ya, tema tulisan itulah yang menjadi tujuan Anda menulis. Tema adalah sesuatu yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca. Tema inilah yang mengantar Anda pada tujuan atau maksud Anda menulis.

Makin kuat tema tulisan Anda, makin jelas tujuan atau maksud Anda untuk melahirkan semangat menulis. Misalnya, tema yang ingin Anda tulis adalah "Bahaya Merokok bagi Kehidupan". Dengan tulisan ini Anda bermaksud memberikan informasi bagi pembaca tentang tema tadi. Karena Anda merasa informasi ini sangat penting dan perlu diketahui oleh umum, maka Anda antusias menulisnya.

Bagaimana halnya dengan menulis fiksi? Semua tulisan membutuhkan pokok pikiran atau tema, tak terkecuali fiksi. Kalau tulisan tidak ada temanya, bisa dipastikan kandungan isinya tidak fokus alias ngelantur kemana-mana.

Oleh sebab itu, bagi penulis yang merasa diri kurang bersemangat menulis seharusnya introspeksi. Apakah tulisannya sudah mempunyai tema? Kalau sudah ada, tanyakan pada diri sendiri: hal apa yang perlu diketahui oleh pembaca saat membaca tulisan Anda?

Perlu Anda garis bawahi bahwa tulisan yang dilandasi tujuan yang jelas akan mempengaruhi kinerja penulisnya berupa semangat yang menggebu-gebu untuk sesegera mungkin menuntaskan tulisannya supaya bisa dinikmati oleh pembacanya. Makin cepat tulisannya selesai makin cepat pula maksud dan tujuan mulianya untuk berbagi pengalaman positif kepada pembacanya cepat terwujud.

Demikian secuil pengalaman yang bisa saya bagi melalui artikel ini, semoga bermanfaat. Selamat mencoba!


Surabaya, 16/06/2016

Senin, 13 Juni 2016

Rahasia Menemukan Tempat Kerja yang Nyaman untuk Menulis Fiksi



Tahukah Anda bahwa ada faktor eksternal yang bisa merangsang pikiran untuk menemukan ide brilian menulis fiksi? Ya, disadari atau tidak, menulis fiksi memang tidak selalu menuntut ketrampilan penulisnya dalam mengolah ide, kata, dan rasa. Ada hal lain yang tak boleh diabaikan begitu saja. Apakah itu?

Tempat kerja yang nyaman. Ya, tempat kerja nyaman akan memberikan pengalaman menulis yang mengalir seperti ide tak pernah habis. Di manakah tempat kerja yang nyaman itu ditemukan?

Semua penulis boleh ajukan tempat-tempat paling nyaman untuk menulis. Beda orang beda pilihan. Saya mungkin merasa nyaman menulis di ruang kerja yang berhias gambar-gambar disertai kata-kata penuh motivasi, namun Anda belum tentu merasa nyaman menulis di tempat itu. Boleh jadi Anda malah nyaman menulis di kafe, misalnya.

Nah, soal kenyamanan tempat kerja ini, meski berbeda tempat namun ada satu hal kesamaannya. Yakni, tempat itu harus mampu mengantar seorang penulis untuk menemukan ide seluas-luasnya. Di manakah tempat itu berada?

Anda sendiri yang tahu jawabannya. Cobalah cari sudut-sudut di rumah Anda untuk menaruh meja kerja. Duduklah senyaman mungkin, rasakan, apakah Anda mudah menemukan ide di tempat itu. Cari terus sampai Anda tiba-tiba berteriak, "Wow, ide mengalir memenuhi ruangan ini."

Selamat mencoba, semoga bermanfaat!

Minggu, 12 Juni 2016

Belajar Menulis Fiksi




Coba Anda menuliskan karakter siapa saja yang Anda jumpai di rumah, di jalan, di pasar, di sekolah, dan seterusnya. Amati orang-orang tadi dengan gambaran fisik lebih dulu, lalu coba menerjemahkan melalui bentuk tulisan. Misalnya, tinggi badan, bau badan, bentuk badan, ciri rambut, bentuk mata, bentuk dagu dan seterusnya.

Sekarang beralih pada kebiasaan yang menonjol orang-orang tersebut. Misalnya, saat batuk, tokoh ini menutup mulut dengan tangannya; saat bicara, tokoh ini seringkali mengelus-elus kumisnya; saat melihat, tokoh ini memicingkan sebelah matanya; dan seterusnya.

Atau Anda ingin menuliskan tentang orang-orang yang tersebut melalui kesukaannya pada barang yang melekat di tubuhnya. Misal, tokoh ini gemar memakai kaos warna mencolok; ada yang gemar memakai gelang sampai sebatas siku; suka melingkarkan seekor ular di leher; dan seterusnya.

O iya, satu lagi yang terlupa. Anda bisa juga mengutip filosofi atau cara pandang orang-orang tersebut ( ini kalau Anda sempat bicara panjang lebar dengan mereka tentunya ).  Anda akan peroleh pengalaman dan juga menambah ilmu.

Melalui pendekatan ini, saya jamin Anda akan keasyikan menulis. Dan manfaat dari kebiasaan tulis menulis karakter tokoh ini adalah Anda suatu saat tidak akan mengalami kesulitan lagi menulis cerpen, misalnya. Karena semua tahu bahwa salah satu komponen cerpen adalah tokoh.

Demikian sedikit tulisan pada artikel ini, semoga bermanfaat. Selamat mencoba.

Jumat, 03 Juni 2016

Tempat yang Nyaman untuk Menulis



Kalau Anda mau sukses menjadi penulis, carilah tempat yang nyaman untuk menulis! Ya, sepertinya berlebihan, namun tahukah Anda bahwa faktor tempat memang berpengaruh terhadap produktifitas penulis.

Anda boleh berkilah bahwa menulis saja kok perlu tempat khusus. Menulis dimana pun tak masalah yang penting adalah ide dan ketrampilan mengolah kata. Memang benar, namun secara kasat mata, orang akan lebih menyukai tempat yang nyaman daripada tempat yang bising ketika disuruh menulis!

Jadi, masalah tempat tidak boleh dipandang sebelah mata. Tempat yang nyaman akan membuat penulis lebih lancar mengeluarkan ide-ide yang ada di pikirannya.

Nah berikut ada beberapa referensi bagi Anda tentang beberapa tempat yang ideal untuk menulis. Mari simak, barangkali bermanfaat.

1. Kamar Tidur
Kamar tidur adalah tempat paling favorit karena sangat privat,  tenang, dan aman dari gangguan orang lain. Anda pun bisa memilih sudut favorit dan menatanya sesuai keinginan.

2. Ruang Kerja
Anda bisa menyediakan ruang kerja khusus di salah satu sudut rumah. Kemudian menatanya sesuai keinginan dengan barang-barang yang menunjang kegiatan menulis. Menulis di ruang kerja khusus, akan membuat Anda menjadi penulis profesional. Mau mencoba?

3. Taman
Cobalah menulis di ruang terbuka yang hijau dan indah seperti di taman, misalnya. Menulis sambil menikmati keindahan taman akan memberikan suasana baru. Mungkin keindahan taman dengan bunga-bunga bisa menciptakan mood menulis yang bagus. Bahkan sangat mungkin suasana taman memunculkan ide-ide segar untuk bahan tulisan.

4. Perpustakaan
Perpustakaan merupakan ruang publik yang sangat nyaman untuk aktivitas membaca dan menulis. Meski ramai, ruang pustaka tetap tenang. Di perpustakaan akan lebih mudah menemukan buku-buku referensi. Perpustakaan termasuk tempat menulis favorit banyak penulis.

Selamat memilih tempat menulis favoritmu.



Rabu, 01 Juni 2016

Cara Menulis dengan Inspirasi dari Tayangan Televisi



Cobalah menuliskan apa saja yang terlintas di benak Anda. Misalnya, saat Anda menonton telivisi yang sedang menayangkan acara kuliner. Tiba-tiba saja Anda merasa mendapat inspirasi untuk menuliskan sesosok  tokoh petualang yang senang makan masakan di berbagai daerah yang disingahinya.

Langsung tancap gas, eh, tancap bolpoin di atas kertas. Tulis apa saja yang terkait dengan diri petualang yang sedang ada dalam benak Anda. Agar menarik, tentu saja Anda harus membubuhinya dengan cerita misteri yang melingkupi daerah-daerah yang disinggahinya, misalnya.

Dan suguhkan semua pengalaman tokoh Anda ini dengan segenap penggambaran panca indera yang total saat menikmati sajian kuliner. Bagaimana tampilan masakan yang tersaji, bau aneka rempah dan kepulan nasi pulen yang baru saja matang, lembutnya daging ikan segar yang barusan diambil dari sungai, dan seterusnya.

Tak hanya berhenti di situ saja. Anda bisa melengkapi petualangan tokoh ini dengan sentuhan pelajaran yang berguna bagi pembaca saat mengalami atau menyaksikan insiden di perjalanan. Anda bisa menyisipkan kata-kata bijak ketika tokoh Anda menasihati seseorang. Atau bisa juga menunjukkan perilaku baik tokoh ini terhadap alam, misalnya.

Demikian contoh menulis yang menyenangkan dengan inspirasi dari melihat tayangan televisi. Selamat mencoba! Semoga bermanfaat.


Cara Cepat dan Tuntas Menulis Cerita Pendek

1. Mencari ide  Ide bisa datang dari mana saja, jadi bawa buku kecil kemana saja Anda pergi. Tulis semua ide yang melintas di pikiran An...