Selasa, 21 Juni 2016

Mencari Inspirasi dari Buku



Carilah inspirasi dari buku. "Baca, baca, baca. Baca semuanya –sampah, klasik, bagus dan jelek, dan lihat bagaimana mereka melakukannya. Sama seperti tukang kayu yang baru belajar. Baca! Anda akan menyerapnya. Kemudian tulis. Jika bagus, Anda akan mengetahuinya. Jika tidak, lempar saja keluar jendela." ~ William Faulkner.


Carilah inspirasi dari buku. Ya, buku adalah lembaran-lembaran kertas yang penuh ide. Anda harus jeli, membuka pikiran untuk cermati ide-ide yang bersembunyi di antara rimbunan kalimat dan paragraf.

Baca, baca, baca. Jangan pernah menyerah sebelum mendapatkan ide dari buku yang Anda baca. Sadarilah bahwa sebuah buku tidak terbit begitu saja tanpa jerih payah penulis menuangkan ide yang diendapkannya sekian waktu.

Baca semua buku yang menarik perhatian Anda. Buku yang menarik akan membuat Anda bersedia meluangkan waktu untuk membaca buku sampai tuntas. Buku yang menarik itu seperti apa? Buku dikatakan menarik kalau mampu membuat pembacanya merasa mendapat pengalaman dan pengetahuan baru.
 
Baca! Anda akan menyerapnya. Kemudian tulis. Begitu mudahnya proses menulis. Cobalah, baca sebuah buku. Serap isinya. Dan mulailah menulis apa saja yang diserap oleh pikiran Anda dari buku tadi. Jika bagus, Anda akan mengetahuinya.

Demikian sebuah ide untuk memberi semangat bagi diri saya sendiri khususnya, dan untuk teman-teman pada umumnya agar mampu mewujudkan ide menjadi tulisan yang bermakna. Selamat mencoba!


Surabaya, 22/06/2016

Senin, 20 Juni 2016

Mendapatkan Ide dari Rasa Bosan



Ide dapat kita peroleh dari banyak hal. "Anda mendapatkan ide dari mengkhayal. Anda mendapatkan ide dari rasa bosan. Anda mendapatkan ide setiap saat. Perbedaan penulis dengan orang biasa adalah kita sadar saat kita melakukannya." ~ Neil Gaiman.

Ide dapat kita peroleh dari banyak hal. Faktanya memang demikian. Dan ini merupakan kabar bagus. Semua manusia, apa pun profesinya, diberi kemurahan oleh Tuhan untuk mendapatkan ide dari banyak hal. Bersyukurlah, Kawan!

Ya, semua hal bisa dijadikan sumber ide. Bahkan, tak menutup kemungkinan Anda mendapatkan ide dari rasa bosan! Sungguh Tuhan Maha Penyayang. Anda disuruh berpikir untuk memenuhi kesejahteraan diri dengan melihat alam semesta ini, termasuk diantaranya adalah rasa bosan!

Jadi, bagi penulis tidak ada istilah “tidak ada ide”. Anda berhak mendapatkan ide setiap saat. Dimana pun Anda berada, bisa mendapatkan ide. Kapan pun ingin menulis, Anda bisa mendapatkan ide.
Kesimpulannya, tiada hari tanpa ide. Kalau Anda berniat menulis, pasti ide mudah didapatkan.

Perbedaan orang yang mendapatkan ide dengan orang biasa adalah kesadaran untuk mendapatkannya. Orang yang fokus terhadap satu hal akan mudah memperoleh ide. Coba korek semua sisi dari rasa bosan, misalnya. Apa penyebab rasa bosan itu timbul? Mengapa orang memiliki rasa bosan? Bagaimana proses terjadinya rasa bosan? Dan seterusnya.

Dari sekian pertanyaan tentang rasa bosan ini, Anda akan menemui pencerahan yang tiba-tiba melintas di benak. Tanpa sadar Anda berucap, “Aha, inilah yang aku cari!” atau serentak Anda berdiri mencari buku dan alat tulis untuk mewujudkan sesuatu yang masih samar-samar tadi menjadi kelihatan bentuknya. Itulah yang disebut dengan IDE.

Demikian beberapa paragraf dalam artikel ini yang bisa saya tulis, semoga berguna bagi saudara sekalian. Selamat mencoba!

Surabaya, 20/06/2016

Jumat, 17 Juni 2016

Belajar Menulis Fiksi (3)



Ada penulis yang berhenti menulis karena merasa harus menunggu inspirasi datang. "Anda tidak bisa menunggu inspirasi. Anda harus mengejarnya." (Jack London.)


Pembaca yang budiman, Anda tentu pernah mengalami kondisi seperti yang dikatakan Jack London di atas. Ya, memang menjengkelkan dan membuat kesal hati. Sudah habis bercangkir-cangkir kopi, teh, atau susu; eh, ide tak muncul juga.

Namun faktanya sungguh mengejutkan bahwa ternyata ide tidak usah dinanti kemunculannya, tapi justru harus dicari! Artinya, seorang penulis dituntut proaktif mencari ide. Dan kabar baiknya memang ide itu sangat berlimpah jumlahnya di sekeliling kehidupan manusia.

Bahkan ada seorang penulis yang mengatakan, "Selama di muka bumi ini masih ada manusia, maka ide tetap ada!" Nah, coba bayangkan berapa banyak ide yang bisa Anda dapatkan? Membaca fakta ini, Anda tentu tidak akan kerepotan lagi mendapatkan ide, bukan?

Kalau Anda mau cermati, mengapa sampai ada seorang penulis yang bilang belum dapat ide? Pernyataan  ini perlu diralat. Yang benar orang ini tidak sungguh-sungguh mencari ide.
Coba luangkan waktu untuk membaca beberapa tulisan karya penulis asing yang menawarkan cara-cara untuk mencari ide. Ada yang diberi nama curah pikian, peta pikiran, gelembung pikiran, dan seterusnya. Karya tulis mereka memang oase bagi para pekerja kreatif seperti penulis, namun tak ada gunanya kalau tidak dimanfaatkan.

Cobalah ambil salah satu teori tentang cara mencari ide yang menurut Anda paling mudah dan menyenangkan. Mengapa paling mudah dan menyenangkan? Karena bagi pemula, hal yang berbau mudah dan menyenangkan akan sangat menarik perhatian. Kalau sudah cukup mahir menggunakannya, maka bisa memakai cara lain sebagai selingan.

Semua teori memang mempunyai sifat yang sama, renyah saat dibaca namun saat diuji coba, semuanya tergantung pembacanya. Bila ingin hasil yang maksimal, maka Anda harus tekun mempraktekkannya. Sekali, dua kali, tiga kali, mungkin belum menampakkan hasil yang menggembirakan. Semua butuh waktu dan proses. Saat inilah Anda diuji kesabaran dan konsistensi dalam menjalani tugas kepenulisan.

Semoga bermanfaat, selamat mencobanya!

Kamis, 16 Juni 2016

Rahasia Menulis Fiksi (2)



Jika lelah atau malas, lakukanlah perlahan-lahan. Jika ditanya, "Bagaimana Anda menulis?" Saya akan menjawab, "Satu demi satu kata." (Stephen King)


Sebagai manusia normal tentu Anda pernah menghadapi situasi batin yang tidak stabil. Mungkin karena kecapekan, terjebak kemacetan di jalan raya, pekerjaan yang menumpuk, dan hal-hal lain yang melibatkan Anda dalam aktifitas kehidupan lainnya.

Situasi hati seperti ini bagi seorang penulis bukanlah situasi yang kondusif. Kalau dipaksakan untuk menulis, mungkin hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Lantas adakah solusinya agar Anda tetap bisa konsisten menulis dalam berbagai kondisi?

Kutipan perkataan Stephen King di atas tidak ada salahnya kalau dicoba. Menulis adalah pekerjaan yang membutuhkan proses panjang, harus sabar dan berlaku bijaksana memperlakukan karya tulis yang Anda hasilkan. Rasanya sangat teledor kalau sekali menulis langsung disodorkan kepada pembaca.

Apa yang dikatakan stephen king memang ada benarnya. Menulis memerlukan tahapan-tahapan, konsistensi, dan ketekunan. Ada seorang penulis yang membuat target menulis 2-3 halaman per hari, sudah termasuk revisi. Bagaimana dengan Anda?

Pesan moral dari kutipan Stephen King di atas adalah jangan pernah berhenti menulis sehari pun. Banyak hal positif yang bisa ditulis setiap hari. Soal ide, banyak berserakan di lingkungan Anda. Bisa soal pelajaran sekolah, ragam bunga di taman, acara-acara di tv dan radio, bahkan di tumpukan koran bekas Anda bisa menemukannya.

Demikian catatan saya pada artikel kali ini, semoga bermanfaat.
Selamat mencoba!

Surabaya, 17/06/2016

Rabu, 15 Juni 2016

Rahasia Menumbuhkan Semangat Menulis



Temukan tujuan dalam menulis. Tanpa alasan menulis yang baik, Anda tidak akan bersemangat menulis ( Rainer Maria Rilke )


Ketika Anda bepergian maka sudah barang tentu Anda harus punya tujuan yang jelas ke suatu tempat. Tanpa ada tujuan maka Anda hanya berputar-putar saja tak tentu arah yang pasti. Menulis pun demikian, sejak awal Anda harus menentukan tujuan.

Kalau Anda masih bingung dengan tujuan Anda menulis, berarti Anda belum menentukan tema tulisan. Ya, tema tulisan itulah yang menjadi tujuan Anda menulis. Tema adalah sesuatu yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca. Tema inilah yang mengantar Anda pada tujuan atau maksud Anda menulis.

Makin kuat tema tulisan Anda, makin jelas tujuan atau maksud Anda untuk melahirkan semangat menulis. Misalnya, tema yang ingin Anda tulis adalah "Bahaya Merokok bagi Kehidupan". Dengan tulisan ini Anda bermaksud memberikan informasi bagi pembaca tentang tema tadi. Karena Anda merasa informasi ini sangat penting dan perlu diketahui oleh umum, maka Anda antusias menulisnya.

Bagaimana halnya dengan menulis fiksi? Semua tulisan membutuhkan pokok pikiran atau tema, tak terkecuali fiksi. Kalau tulisan tidak ada temanya, bisa dipastikan kandungan isinya tidak fokus alias ngelantur kemana-mana.

Oleh sebab itu, bagi penulis yang merasa diri kurang bersemangat menulis seharusnya introspeksi. Apakah tulisannya sudah mempunyai tema? Kalau sudah ada, tanyakan pada diri sendiri: hal apa yang perlu diketahui oleh pembaca saat membaca tulisan Anda?

Perlu Anda garis bawahi bahwa tulisan yang dilandasi tujuan yang jelas akan mempengaruhi kinerja penulisnya berupa semangat yang menggebu-gebu untuk sesegera mungkin menuntaskan tulisannya supaya bisa dinikmati oleh pembacanya. Makin cepat tulisannya selesai makin cepat pula maksud dan tujuan mulianya untuk berbagi pengalaman positif kepada pembacanya cepat terwujud.

Demikian secuil pengalaman yang bisa saya bagi melalui artikel ini, semoga bermanfaat. Selamat mencoba!


Surabaya, 16/06/2016

Senin, 13 Juni 2016

Rahasia Menemukan Tempat Kerja yang Nyaman untuk Menulis Fiksi



Tahukah Anda bahwa ada faktor eksternal yang bisa merangsang pikiran untuk menemukan ide brilian menulis fiksi? Ya, disadari atau tidak, menulis fiksi memang tidak selalu menuntut ketrampilan penulisnya dalam mengolah ide, kata, dan rasa. Ada hal lain yang tak boleh diabaikan begitu saja. Apakah itu?

Tempat kerja yang nyaman. Ya, tempat kerja nyaman akan memberikan pengalaman menulis yang mengalir seperti ide tak pernah habis. Di manakah tempat kerja yang nyaman itu ditemukan?

Semua penulis boleh ajukan tempat-tempat paling nyaman untuk menulis. Beda orang beda pilihan. Saya mungkin merasa nyaman menulis di ruang kerja yang berhias gambar-gambar disertai kata-kata penuh motivasi, namun Anda belum tentu merasa nyaman menulis di tempat itu. Boleh jadi Anda malah nyaman menulis di kafe, misalnya.

Nah, soal kenyamanan tempat kerja ini, meski berbeda tempat namun ada satu hal kesamaannya. Yakni, tempat itu harus mampu mengantar seorang penulis untuk menemukan ide seluas-luasnya. Di manakah tempat itu berada?

Anda sendiri yang tahu jawabannya. Cobalah cari sudut-sudut di rumah Anda untuk menaruh meja kerja. Duduklah senyaman mungkin, rasakan, apakah Anda mudah menemukan ide di tempat itu. Cari terus sampai Anda tiba-tiba berteriak, "Wow, ide mengalir memenuhi ruangan ini."

Selamat mencoba, semoga bermanfaat!

Minggu, 12 Juni 2016

Belajar Menulis Fiksi




Coba Anda menuliskan karakter siapa saja yang Anda jumpai di rumah, di jalan, di pasar, di sekolah, dan seterusnya. Amati orang-orang tadi dengan gambaran fisik lebih dulu, lalu coba menerjemahkan melalui bentuk tulisan. Misalnya, tinggi badan, bau badan, bentuk badan, ciri rambut, bentuk mata, bentuk dagu dan seterusnya.

Sekarang beralih pada kebiasaan yang menonjol orang-orang tersebut. Misalnya, saat batuk, tokoh ini menutup mulut dengan tangannya; saat bicara, tokoh ini seringkali mengelus-elus kumisnya; saat melihat, tokoh ini memicingkan sebelah matanya; dan seterusnya.

Atau Anda ingin menuliskan tentang orang-orang yang tersebut melalui kesukaannya pada barang yang melekat di tubuhnya. Misal, tokoh ini gemar memakai kaos warna mencolok; ada yang gemar memakai gelang sampai sebatas siku; suka melingkarkan seekor ular di leher; dan seterusnya.

O iya, satu lagi yang terlupa. Anda bisa juga mengutip filosofi atau cara pandang orang-orang tersebut ( ini kalau Anda sempat bicara panjang lebar dengan mereka tentunya ).  Anda akan peroleh pengalaman dan juga menambah ilmu.

Melalui pendekatan ini, saya jamin Anda akan keasyikan menulis. Dan manfaat dari kebiasaan tulis menulis karakter tokoh ini adalah Anda suatu saat tidak akan mengalami kesulitan lagi menulis cerpen, misalnya. Karena semua tahu bahwa salah satu komponen cerpen adalah tokoh.

Demikian sedikit tulisan pada artikel ini, semoga bermanfaat. Selamat mencoba.

Cara Cepat dan Tuntas Menulis Cerita Pendek

1. Mencari ide  Ide bisa datang dari mana saja, jadi bawa buku kecil kemana saja Anda pergi. Tulis semua ide yang melintas di pikiran An...