Sabtu, 05 November 2016

Cara Mengembangkan Potensi Diri dengan Menulis


Kadang, kita enggan menulis karena takut melakukan kesalahan. 
"Indahnya menulis adalah Anda tidak harus melakukannya dengan benar saat pertama kali, 
tidak seperti bedah otak, misalnya." 
( Robert Cormier )


Ketakutan adalah hal wajar, ini artinya Anda adalah manusia biasa. Rasa takut kalau dikaitkan dengan pekerjaan biasanya menghinggapi ketika kita berharap hasil yang sempurna. Namun alih-alih bekerja dengan optimal, kita malah tidak mengerjakan apa pun karena menganggap apa yang kita kerjakan serba salah.

Tak terkecuali bidang menulis. Kadang, kita enggan menulis karena takut hasilnya tidak bagus. Padahal dengan menulis justru kita bisa mengeksplorasi kemampuan kita menjadi demikian nyata. Kita akan mengetahui potensi diri yang perlu aktualisasi. Rasa takut ketika menulis hanya akan membenamkan potensi diri sendiri. 

Dan kabar baiknya, latihan-latihan menulis akan membuat kita mampu mengesampingkan rasa takut. Bagus dan jelek hasil karya menulis hanyalah soal penilaian yang subjektif dan tidak perlu jadi acuan. Tulis saja hal-hal positif yang Anda ketahui. Kebiasaan ini akan membuat pribadi Anda semakin tangguh karena telah berbagi kebaikan dengan orang lain.

Latihan-latihan menulis juga akan membuat perbendaharaan kosa kata yang Anda ketahui semakin banyak. Karya tulis yang  memadu-padankan kata-kata variatif tentu mempunyai nilai plus dibanding karya tulis yang kosa katanya monoton. Dan prestasi ini hanya bisa diperoleh kalau Anda membiasakan diri tekun menulis setiap hari.

Indahnya menulis adalah Anda tidak harus melakukannya dengan benar saat pertama kali. Sejenius apapun penulis, rasanya mustahil mampu menghasilkan tulisan yang bagus dalam sekali kerja. Tugas kepenulisan adalah kerja yang memerlukan ketepatan memilih tema, kecemerlangan menterjemahkan tema dalam tulisan, dan kesabaran mengoreksi kekurangan-kekurangan pada tulisan yang selesai Anda kerjakan. 


Surabaya, 05 Nopember 2016

Selasa, 01 November 2016

Cara Sederhana Mendapatkan Ide Setiap Hari



Carilah inspirasi dari buku. 
"Baca, baca, baca. Baca semuanya.
 Baca! Anda akan menyerapnya. 
Kemudian tulis. 
Jika bagus, Anda akan mengetahuinya.

( William Faulkner )


Semua pekerjaan tentu butuh modal. Modal dasar untuk bisa menulis adalah kemauan, setelah itu Anda butuh ide. Kabar baiknya ternyata mencari ide itu sangat mudah. Carilah ide alias inspirasi dari buku. 

Caranya sangat sederhana, Anda hanya wajib "Baca, baca, baca." Baca semuanya; buku bertema klasik, pop, sastra, hiburan, tutorial, dan masih banyak yang lainnya. Lihat bagaimana buku-buku tersebut menawarkan ide-ide yang tak pernah habis.

Baca! Anda akan menyerapnya. Memang kenyataannya begitu, semakin Anda terbiasa membaca, Anda akan peka terhadap ide. Anda akan mudah dan piawai memilah dan memilih ide yang berserakan di lembar-lembar buku yang sedang dibaca.

Kemudian tulis ide yang baru saja Anda dapatkan. Tulis semua hal yang berkaitan dengan ide tersebut yang terlintas di pikiran tanpa menyuntingnya. Setelah Anda merasa sudah tertuang semua dalam tulisan, anda boleh mengistirahatkan jiwa dan raga.

Esok hari, lihat kembali tulisan tersebut. Sekarang pikiran Anda sudah cukup jernih untuk menyunting kata, kalimat, dan paragraf. Anda pasti heran saat membaca kembali tulisan tersebut, betapa banyak yang perlu dibenahi. Setelah diperbaiki sana-sini, Anda akan merasa begitu mudahnya menulis. 


Surabaya, 02 Nopember 2016

Senin, 31 Oktober 2016

Cara Mengejar Ide Agar Tidak Bosan Menulis


Ide dapat kita peroleh dari banyak hal. "Anda mendapatkan ide dari mengkhayal. 
Anda mendapatkan ide dari rasa bosan. Anda mendapatkan ide setiap saat. 
Perbedaan penulis dengan orang biasa adalah kita sadar saat kita melakukannya."
( Neil Gaiman )

Banyak orang mengatakan bahwa menulis adalah pekerjaan seorang intelektual. Jawabannya mungkin "iya". Sesederhana apapun wujud karya tulis, tetap melibatkan pemikiran yang tidak sederhana dalam diri penulisnya. Pekerjaan memikir adalah pekerjaan para intelektual. Maka pernyataan di atas ada benarnya.

Namun tidak semua tugas-tugas memikir dialamatkan kepada para intelektual. Orang biasa pun bisa memikir, tentu dengan kadar kemampuan masing-masing. Karena pada hakekatnya, manusia adalah makhluk pemikir. Seorang filsuf bahkan pernah bikin statemen, "Aku ada karena aku bertanya."

Ya, proses memikir selalu diawali dengan sikap bertanya. Dalam dunia tulis menulis, ide dapat kita peroleh dari banyak hal, salah satunya melalui sebuah pertanyaan. Ya, cukup sebuah pertanyaan diajukan, maka sejumlah jawaban yang keluar bisa dijadikan bahan untuk menulis.

Nah, ketika Anda mendapati diri berkubang dengan rasa bosan saat akan menulis karena ide tak kunjung muncul di pikiran maka Anda selayaknya mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal di semesta ini. Dengan cara ini Anda pasti mendapatkan ide setiap saat.

Mengutip kata Neil Gaiman di atas, "Perbedaan penulis dengan orang biasa adalah kita sadar saat kita melakukannya."  Ya, ketika Anda menyadari ada sebuah pertanyaan yang diajukan terhadap fenomena di sekeliling Anda, maka Anda layak disebut penulis saat menuangkan pertanyaan itu beserta jawabannya dalam bentuk karya tulis dengan tujuan berbagi pengalaman dengan orang lain.


Surabaya, 01 Nopember 2016

Jumat, 28 Oktober 2016

Mewaspadai Rasa Lelah Saat Menulis



Jika lelah atau malas, lakukanlah perlahan-lahan. 
"Jika ditanya, 'Bagaimana Anda menulis?' 
Saya akan menjawab, 'Satu demi satu kata.' 
~ Stephen King


Hal yang menggembirakan bagi manusia adalah bahwa Tuhan menganugerahkan rasa lelah atau malas sebagai alarm pengingat. Ketika kita bekerja, tiba-tiba ada perasaan lelah menyelinap ke dalam pikiran. Saat menghadapi situasi ini, kita harus introspeksi.

Ada beberapa pertanyaan yang harus kita ajukan untuk mengetahui asal muasal terbitnya rasa lelah atau malas ini. Misalnya, apakah tugas yang kita kerjakan sangat membebani? Mengapa membebani? Apakah kita tidak menguasai pekerjaan tersebut?

Dalam dunia tulis menulis, munculnya rasa lelah atau malas biasanya karena faktor ketidaktahuan tujuan.  Logikanya, seseorang yang bepergian tanpa tujuan yang jelas tentu akan tersesat atau berjalan sembarang arah. Bekerja tanpa tujuan hanya buang waktu, pikiran, dan tenaga. Disamping itu, bekerja tanpa tujuan akan menghadirkan rasa lelah dan malas.

Saat kita menulis lantas timbul rasa lelah adalah wajar. Istirahatlah sejenak. Namun mana kala rasa lelah masih tak mau hilang meskipun kita sudah istirahat bahkan sampai ketiduran, itu berarti rasa lelah yang perlu diwaspadai.


Surabaya, 29 Oktober 2016

Rabu, 26 Oktober 2016

Pendorong Semangat Menulis



"Temukan alasan mengapa Anda harus menulis; Lihatlah apakah dia telah mengakar dalam hatimu; Katakan pada dirimu bahwa Anda lebih baik mati daripada dilarang menuliskannya." ~ Rainer Maria Rilke.


Menjadi penulis, tidak selamanya kita bersemangat menulis. Ada kalanya kita merasa tidak tahu apa yang mesti ditulis. Hal ini dapat mengakibatkan semangat menulis menjadi kendur.

Kalau mau sedikit koreksi diri, sebenarnya hilangnya semangat menulis kadang terjadi karena tidak tahu materi yang akan kita tulis sehingga otak tidak bisa diajak kerja sama.

Hal lain yang bisa juga menjadi penyebab kempesnya semangat menulis adalah tidak adanya tujuan yang jelas. Coba direnungkan sebentar, sebenarnya kita menulis untuk siapa dan untuk apa?

Kalau kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, dapat dipastikan semangat menulis akan terpelihara sehingga mampu meningkatkan kinerja otak untuk merangkai kata demi kata sesuai target yang terarah dan pasti.

Demikian kawan, semoga tulisan singkat ini mampu menjadi sumber yang inspirasional untuk mengembalikan semangat Anda dalam menulis.


Surabaya, 27 Oktober 2016

Senin, 04 Juli 2016

Nama Penulis akan Abadi di Sanubari Pembacanya



Seorang penceramah akan menginspirasi orang-orang dalam ruangan. Seorang penulis mampu menginspirasi seluruh dunia di saat yang bersamaan. Dan berlangsung ber abad-abad


Semua profesi mampu mendatangkan inspirasi bagi orang lain. Seorang penceramah misalnya, akan mampu menginspirasi orang-orang dalam ruangan. Kata-katanya tidak ada yang sia-sia sehingga pendengar antusias mendengarkannya.

Namun semua yang didengar akan menguap begitu saja seiring berjalannya waktu kalau si pendengar tidak segera mencatatkannya. Ya, manusia mempunyai keterbatasan untuk mengingat. Pagi ini Anda mendengar informasi yang bagus. Sore nanti dijamin Anda akan melupakannya.

Karena itu Ali bin Abi Thalib berpesan, ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Beliau dapat merumuskan kata bijak demikian tentu karena pernah mengalaminya. Jadi agar ilmu yang Anda dapatkan tidak hilang percuma, lekaslah diabadikan dalam bentuk tulisan. Supaya bisa dibaca suatu saat nanti bukan hanya oleh Anda saja tapi juga oleh keluarga atau bahkan masyarakat umum.

Seorang penulis mampu menginspirasi seluruh dunia selama hasil karyanya bisa dinikmati oleh orang lain, mungkin berlangsung dalam hitungan abad atau lebih. Maka tulislah ilmu yang Anda peroleh. Semakin banyak orang merasakan manfaatnya, semakin banyak pahala yang Anda dapatkan.

Demikian sedikit ide yang dapat saya bagikan untuk pembaca melalui artikel pendek ini, semoga berguna.


Surabaya, 05/07/2016

Jumat, 01 Juli 2016

Betapa Banyak Ide Menunggu untuk Dituang dalam Tulisan



Ada banyak hal yang menunggu untuk ditulis. Dan di setiap langkah Anda, Anda melihat hal tersebut.


Ya, kehidupan manusia memang disusun dari banyak unsur yang saling berpasangan. Ada siang ada malam. Ada sedih ada senang, ada mudah ada sukar, dan seterusnya. Kalau Anda baca koran atau lihat tv, maka cerita manusia hanya berkisar pada unsur-unsur tadi.

Bacalah buku otobiografi tokoh-tokoh sukses, perhatikan kisahnya. Mayoritas kesuksesan mereka karena berawal dari titik nadir, unsur yang serba kekurangan. Melalui perjuangan tak kenal lelah dan berliku akhirnya mereka sukses dalam hidup, tentunya mereka kini berada di tempat yang berlawanan dengan titik nadir.  

Maka galilah ide dari unsur-unsur kehidupan, pasti Anda tidak akan kekurangan ide. Anda boleh mengeksplorasi ide dari satu sisi saja, misalnya kesedihan tokohnya saja. Atau mengkombinasikannya sebagaimana kisah otobiografi.

Kesimpulannya, di setiap langkah Anda, pasti banyak bertebaran ide atau inspirasi yang bisa dibuatkan karya tulis. Anda hanya perlu menuliskannya saja. Ikuti kemana arah inspirasi berkembang, di situlah Anda akan menemukan karya tulis yang memuaskan bagi Anda juga pembaca.

Demikian sedikit pengalaman yang bisa saya tulis pada artikel kali ini, semoga bermanfaat.


Surabaya, 02/06/2016

Cara Cepat dan Tuntas Menulis Cerita Pendek

1. Mencari ide  Ide bisa datang dari mana saja, jadi bawa buku kecil kemana saja Anda pergi. Tulis semua ide yang melintas di pikiran An...