Jumat, 01 Juli 2016

Betapa Banyak Ide Menunggu untuk Dituang dalam Tulisan



Ada banyak hal yang menunggu untuk ditulis. Dan di setiap langkah Anda, Anda melihat hal tersebut.


Ya, kehidupan manusia memang disusun dari banyak unsur yang saling berpasangan. Ada siang ada malam. Ada sedih ada senang, ada mudah ada sukar, dan seterusnya. Kalau Anda baca koran atau lihat tv, maka cerita manusia hanya berkisar pada unsur-unsur tadi.

Bacalah buku otobiografi tokoh-tokoh sukses, perhatikan kisahnya. Mayoritas kesuksesan mereka karena berawal dari titik nadir, unsur yang serba kekurangan. Melalui perjuangan tak kenal lelah dan berliku akhirnya mereka sukses dalam hidup, tentunya mereka kini berada di tempat yang berlawanan dengan titik nadir.  

Maka galilah ide dari unsur-unsur kehidupan, pasti Anda tidak akan kekurangan ide. Anda boleh mengeksplorasi ide dari satu sisi saja, misalnya kesedihan tokohnya saja. Atau mengkombinasikannya sebagaimana kisah otobiografi.

Kesimpulannya, di setiap langkah Anda, pasti banyak bertebaran ide atau inspirasi yang bisa dibuatkan karya tulis. Anda hanya perlu menuliskannya saja. Ikuti kemana arah inspirasi berkembang, di situlah Anda akan menemukan karya tulis yang memuaskan bagi Anda juga pembaca.

Demikian sedikit pengalaman yang bisa saya tulis pada artikel kali ini, semoga bermanfaat.


Surabaya, 02/06/2016

Kamis, 30 Juni 2016

Jadilah Pembaca yang Kritis Agar Menjadi Penulis yang Produktif



Sebelum Anda menjadi penulis yang ahli, terlebih dahulu Anda harus menjadi pembaca yang ahli


Apa tugas paling membosankan bagi penulis? Ternyata bukan menulis namun membaca. Ya, membaca adalah tugas awal seseorang yang berniat menjadi penulis. Adakah korelasi antara menulis dengan membaca? Tentu saja ada dan boleh dibilang sangat dekat.

Menulis dan membaca bagaikan dua sisi mata uang, mereka tak terpisahkan.  Kenapa? Karena dengan membaca seseorang akan diliputi pertanyaan tentang bahan tulisan yang dibacanya. Bahan bacaan ibarat umpan yang menggoda keingintahuan pembacanya.

Pembaca yang penasaran terhadap bahan bacaannya boleh dikategorikan sebagai pembaca yang kritis. Mereka tidak mau begitu saja menelan mentah-mentah informasi yang diperolehnya. Mereka bahkan bersedia berpolemik jika diinginkan.

Lantas bagaimana cara menjadi pembaca yang kritis tersebut? Caranya cukup sederhana. Ambillah bahan bacaan apa saja. Ajukanlah setiap lembar halamannya dengan kata tanya “Mengapa” dan “Bagaimana”. Dua kata tanya ini akan membuat Anda selalu fokus dengan bacaan dan berlatih berpikir kritis.

Ketika Anda menemukan ada sesuatu yang kurang lengkap atau bahkan merasakan keganjilan informasi dari bahan bacaan yang dibaca, Anda antusias membuat catatan di pinggir halaman. Dan Anda sah-sah saja kalau ingin mengembangkan catatan tadi menjadi sebuah tema tulisan.

Jadi perbanyaklah membaca, carilah bahan bacaan yang positif karena disamping berpengaruh positif bagi kepribadian Anda, nantinya karya tulis Anda pun akan bernuansa positif bagi orang lain. Segeralah berburu bacaan yang sehat, boleh di media konvensional seperti koran, majalah, atau di media online.

Demikian pengalaman saya agar bisa mendapatkan ide untuk menulis, semoga bermanfaat.


Surabaya, 01/06/2016

Rabu, 29 Juni 2016

Inspirasi itu Ditunggu atau Dicari?



Dengan hanya menunggu inspirasi, Anda akan berhasil menemukan 1 inspirasi. Tapi dengan aktif mencari, Anda bisa mendapatkan ratusan inspirasi dalam satu hari.


Bisakah inspirasi ditunggu kedatangannya? Bisa saja, namun kehadirannya tidak dapat dipastikan. Saya tidak berani menjamin bahwa dalam sehari Anda bisa mendapatkannya meski hanya sebuah inspirasi.

Lalu bagaimana menyikapi inspirasi? Kita bisa mengibaratkan inspirasi sebagai anugerah ciptaan Tuhan seperti halnya ikan, buah-buahan, dan sumber daya alam lainnya. Kalau manusia tidak berusaha mendapatkannya, mana mungkin akan terhidang dengan sendirinya di meja makan.

Pesan moral dari uraian di atas adalah berdoa dan berusahalah maka Tuhan akan memberi imbalan. Peralatan pancing paling modern pun kalau tidak disertai doa, mungkin hasilnya tidak optimal. Secanggih apa pun metode untuk mencari inspirasi kalau tanpa doa, seharian tak akan mendapatkannya.

Para ahli telah membantu para pekerja kreatif dengan merancang metode untuk mencari inspirasi. Beragam buku telah diterbitkan, dan laris manis di pasaran. Namun semua metode akan terasa kering kalau dijalankan tanpa melibatkan Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Sadarlah bahwa ilmu manusia itu seperti buih di lautan dibanding ilmuNya. Jadi mohonlah pada Tuhan supaya diberi kemudahan mendapatkan inspirasi. Setelah itu Anda bisa menggunakan beragam metode untuk mendapatkan inspirasi.

Kesimpulannya, kalau Anda ingin mendapatkan inspirasi maka jalan terbaiknya adalah mencarinya bukan menunggunya! Carilah inspirasi secara aktif dengan penuh kesadaran dan mohon kekuatan pada Tuhan agar diberi kepekaan menghimpun inspirasi yang bertebaran di sekeliling Anda.

Demikian pengalaman saya untuk mendapatkan inspirasi, semoga berguna.


Surabaya, 30/06/2016

Selasa, 28 Juni 2016

Cara Menghasilkan Karya Monumental



Bukan cuma sekedar menghasilkan tulisan yang mantap. Ini juga tentang mempermantap daya pikir kita.


Apa pun pekerjaan Anda, makin lama masa kerja berarti Anda semakin ahli di bidangnya. Demikian juga dalam khazanah kepenulisan. Semakin sering Anda berlatih menulis, semakin piawai Anda menulis. Dan tidak menutup kemungkinan, Anda menghasilkan karya yang monumental.

Adakah tolok ukur untuk mengatakan seseorang mahir menulis? Banyak jawaban bisa dikemukakan di lembar artikel ini namun yang jelas penulis dikatakan mahir bila ia tidak kesulitan untuk menguraikan pikirannya dalam bentuk tulisan.

Mengutarakan pikiran memang bukan soal mudah apalagi dalam bentuk tulisan. Kadang ada orator yang lisannnya begitu sempurna menguraikan pola pikirnya pada pendengar namun ia kesulitan saat diminta untuk menuliskannya dalam bentuk naskah sehingga sang orataor perlu bantuan penulis lain.

Ya, menulis seperti halnya pekerjaan lain, butuh konsistensi. Makin sering diasah maka tidak mustahil seseorang akan menjadi penulis yang handal. Pesan moralnya adalah, siapa pun bisa menjadi penulis asal punya komitmen kuat untuk menulis setiap hari.

Menulis juga akan mempermantap daya pikir kita. Ketika menulis maka mau tidak mau segala energi akan tercurah pada tema yang sedang Anda tulis. Untuk keperluan ini Anda secara suka rela mencari bahan-bahan tulisan. Ketika Anda berhasil menulis satu artikel berarti Anda telah berpikir kompeks tentang tema tersebut. Hal ini tentu akan membuat daya pikir Anda semakin berkembang.

Demikian sedikit pengalaman yang bisa saya tulis, semoga bermanfaat.


Surabaya, 29/06/2016

Senin, 27 Juni 2016

Menulislah dengan Rasa Cinta



Dan yang terakhir, "Cintai apa yang Anda lakukan dan lakukan apa yang Anda cintai. Jangan dengarkan perkataan orang lain yang melarang Anda. Lakukan apa yang ingin Anda lakukan, apa yang Anda cintai. Imajinasi haruslah menjadi pusat hidupmu." ~ Ray Bradbury.


Cintai apa yang Anda lakukan, begitulah barangkali pesan singkat yang harus Anda camkan dalam setiap kesempatan. Semua orang pasti setuju bahwa apa pun pekerjaan kalau dilakukan dengan penuh rasa cinta maka hasilnya tentu akan memuaskan dan menyenangkan.

Anda sudah memutuskan mencintai dunia tulis menulis, maka lakukanlah apa yang Anda cintai. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan penuh rasa cinta tentu tak akan membosankan. Jati diri Anda sebagai penulis akan tersirat dalam karya tulis. Rasa cinta Anda akan mewarnai dalam setiap tulisan.

Jangan dengarkan perkataan orang lain yang melarang Anda. Mereka belum tahu kemampuan Anda karena itu teruslah menulis. Ketika mereka berkesempatan membaca karya Anda, mereka akan heran dengan kemampuan Anda. Bertekadlah untuk selalu mewarnai dunia sekitar dengan pemikiran positif melalui karya Anda.

Sekali lagi, Lakukan apa yang ingin Anda lakukan, apa yang Anda cintai. Ketika Anda berkomitmen untuk menulis maka Anda akan belajar untuk bertanggung jawab menghasilkan karya tulis yang bermanfaat bagi pembaca.

Satu hal penting lainnya yang tidak boleh Anda abaikan dalam dunia tulis menulis adalah imajinasi. Imajinasi haruslah menjadi pusat hidupmu. Karya tulis tanpa sentuhan imajinasi seperti nasi tanpa garam, terasa hambar. Imajinasi akan membuat tulisan sangat personal. Rambut boleh sama hitam namun imajinasi setiap manusia tentu berbeda dalam memandang suatu tema.

Demikian kawan, beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk menumbuhkan rasa cinta dalam menulis. Semoga bermanfaat.


Surabaya, 28/06/2016

Jumat, 24 Juni 2016

Jangan Menyerah dalam Menulis



Jangan menyerah dalam menulis. "Ini adalah masalah stamina, jadi jangan putus asa jika Anda menemui gang buntu dan harus memulai dari awal, atau jika Anda menerima surat penolakan lagi. Semua penulis sukses pernah menjalani itu, namun mereka terus menulis dan tidak menyerah hingga tercapai tujuan mereka." ~ Tim Maleeny.



“Aku tak boleh menyerah dalam menulis”, semangat ini harus Anda tanamkan dalam hati. Ucapkan pelan-pelan dengan penuh perasaan dan penghayatan agar pikiran bawah sadar merekamnya, sehingga akan menjadi pengingat ketika Anda mulai diserang kebosanan menulis.

Ini adalah masalah stamina, jasmani dan rohani. Jadi Anda harus menjaga karunia Tuhan ini dengan sebaik-baiknya. Urusan menulis tidak hanya terkait ide dan pikiran saja, namun juga melibatkan jasmani. Biasakan berolahraga karena badan yang sehat akan mudah mengajak otak untuk berpikir sehat juga.

Jangan pernah berputus asa jika Anda menemui jalan buntu. Ingat, Tuhan Yang Maha Pengasih akan membukakan pintu lain ketika Anda menemui satu pintu yang tertutup. Artinya, menulislah terus meski tidak mempunyai satu ide pun. Karena ide juga bisa muncul ketika Anda tekun menulis.

Jika karya Anda ditolak, selalu bersikap bijaklah pada diri sendiri. Jangan menghukum diri dengan mengatakan bahwa karya Anda jelek. Percayalah, semua karya tulis adalah bagus. Mereka punya pembacanya masing-masing. Hanya kebetulan saja tulisan Anda dibaca oleh orang yang tidak tepat.

Dan sisi positifnya ketika karya Anda mengalami penolakan adalah Anda bisa menulis ulang dari awal. Dan kabar baiknya, Anda tidak mengalami situasi seperti ini sendirian. Semua penulis sukses pernah mengalaminya. Tahap ini hanya ingin menunjukkan konsistensi penulis. Penulis sejati tak akan mudah patah semangat.

Tugas penulis hanya terus menulis dan tidak menyerah hingga tercapai tujuan mereka. Saat itulah Anda akan merasakan betapa nikmatnya bisa berbagi pengalaman dengan orang lain. Perasaan nikmat itu lahir karena Anda telah bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan melalui tulisan.


Surabaya, 25/06/2016

Kamis, 23 Juni 2016

Jangan Pernah Takut Melakukan Kesalahan Ketika Menulis



Kadang, kita enggan menulis karena takut melakukan kesalahan. "Indahnya menulis adalah Anda tidak harus melakukannya dengan benar saat pertama kali, tidak seperti bedah otak, misalnya." ~ Robert Cormier.


Pernahkah Anda mengalami rasa enggan menulis karena takut melakukan kesalahan? Penyakit seperti ini sebenarnya tidak hanya menimpa calon penulis saja, bahkan penulis senior pun mungkin mengalaminya. Kenapa? Karena penulis seperti ini biasanya ingin sekali kerja langsung menghasilkan karya tulis yang sempurna.

Tidak bolehkah berprinsip sekali tulis langsung jadi? Boleh! Namun biasanya model menulis seperti ini hanya akan menghambat kelancaran ide. Ketika Anda merasakan percikan ide, segeralah menulis segala yang ada di pikiran. Jangan hiraukan tanda baca, keselerasan antar kalimat, dan lain-lain.

Model menulis yang mengalir justru efektif karena semua ide yang berkecamuk di benak ditulis sampai habis. Istirahatlah sejenak. Ketika pikiran sudah dingin, tahapan selanjutnya Anda menyortir kalimat-kalimat tadi. Benahi tanda baca, hilangkan kalimat yang tak perlu, dan seterusnya.

Indahnya menulis adalah Anda tidak harus melakukannya dengan benar saat pertama kali. Memang begitulah seharusnya. Anda tidak boleh memaksa pikiran untuk menulis dan merevisi dalam sekali jalan. Pikiran mempunyai iramanya sendiri agar bekerja secara optimal. Dan Anda hanya perlu memahaminya.

Demkian artikel pendek ini saya tulis, semoga berguna. Selamat mencoba!  

Cara Cepat dan Tuntas Menulis Cerita Pendek

1. Mencari ide  Ide bisa datang dari mana saja, jadi bawa buku kecil kemana saja Anda pergi. Tulis semua ide yang melintas di pikiran An...